Datang sudah hari ini,
Hari dimana dulu aku dilahirkan
Hari dimana orang tertawa sekaligus haru
Menjelang perkenalanku dengan duniaku ini
Mari ini aku mengenang kembali
Kerikil-kerikil tajam yang memperkaya arti hidupku
Manisnya madu cerita hidup yang membuat senyumku lepas...
Akhirnya aku tahu
Bahwa dalam cerita hidup, ada manis ada pahit
Ada juga penolakan, ada penerimaan
Lalu akhirnya aku belajar,
Menerima dengan seluas hatiku
Membuatku lebih bahagia, lebih menghargai hidup
Melihat hidup sesuai dengan usiaku...
Tampilkan postingan dengan label Shania's Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shania's Story. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 03 Desember 2011
Jumat, 02 September 2011
Hanya Satu - Mocca
Hanya satu pintaku
Duk memandang langit biru
Dalam dekap seorang ibu
Hanya satu pintaku
Tuk bercanda dan tertawa
Di pangkuan seorang ayah
Reff: apa bila ini
Hanya sebuah mimpi
Ku selalu berharap
Dan tak pernah terbangun
Hanya satu pintaku
Tuk memandang langit biru
Di pangkuan ayah dan ibu
Repeat reff
Hanya satu pintaku
Tuk memandang langit biru
Dalam dekap ayah dan ibu
Kamis, 04 Agustus 2011
Nasihat Untuk Pria
Jangan pernah membuat orang yang kamu sayangi menangis, Karena akan sangat menyakitkan bila ada pria lain yang membantu mengusap air matanya.
Label:
Info,
Shania's Story
Sabtu, 30 Juli 2011
Hidup Berawal Dari Mimpi
Kujelang matahari dengan segelas teh panas. Di pagi ini ku bebas, karena gak ada kelas. Di ruang mata ini kamar ini serasa luas. Letih dan lelah juga, lambat lambat terkuras.
Teh sudah habis, kerongkongan ku pun puas. Mulai ku tulis semua kehidupan di kertas. Hari hari yang keras, kisah cinta yang pedas. Perasaan yang was was, dan gerakku yang terbatas
Tinta yang keluar dari dalam pena. Berirama dengan apa yang kurasa. Dalam hati ini ingin kuubah semua. Kehidupan monoton penuh luka putus asa.
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi. Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi. Rasakan semua, peduli untuk ironi tragedi. Senang bahagia, hingga kelak kau mati.
Dunia memang tak selebar daun kelor. Akal dan pikiran ku pun tak selamanya kotor. Membuka mata hati demi sebuah cita-cita. Melangkah pasti, pena dan tinta berbicara.
Tetapkan pilihan tuk satu kemungkinan. Sebagai bintang hiburan, dan terus melayang. Tak heran ragaku, terbalut lebel mewah. Cerminan seorang raja dalam cerita Cinderella.
Ini bukan mimpi atau halusinasi. Sebuah anugerah yang akan ku nikmati nanti. Hasil kerja keras ku terbayarkan lunas.. tuntas.. Melakoni jati diri sampai puas.
Jalan sedikit tersungkur terjungkir terbalik. Melangkah menuju titik, lakukan yang terbaik. Ku ketatkan tekad dan niat agar melesat. Seperti rudal squad, mimpiku kan kudapat.
Mencari tepuk tangan atas karya keringatku. Bukan satu yang ingin aku tuju. Naik ke atas pentas, agar orang puas. Dapat applause, cek atau pun uang kertas.
Cari sensasi ataupun kontroversi uh-oh. Bukan caraku agar hidupku rekonstruksi. Dari mimpi semua hal dapat terjadi. Maka lemparkan sayap dan terbanglah yang tinggi.
Teh sudah habis, kerongkongan ku pun puas. Mulai ku tulis semua kehidupan di kertas. Hari hari yang keras, kisah cinta yang pedas. Perasaan yang was was, dan gerakku yang terbatas
Tinta yang keluar dari dalam pena. Berirama dengan apa yang kurasa. Dalam hati ini ingin kuubah semua. Kehidupan monoton penuh luka putus asa.
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi. Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi. Rasakan semua, peduli untuk ironi tragedi. Senang bahagia, hingga kelak kau mati.
Dunia memang tak selebar daun kelor. Akal dan pikiran ku pun tak selamanya kotor. Membuka mata hati demi sebuah cita-cita. Melangkah pasti, pena dan tinta berbicara.
Tetapkan pilihan tuk satu kemungkinan. Sebagai bintang hiburan, dan terus melayang. Tak heran ragaku, terbalut lebel mewah. Cerminan seorang raja dalam cerita Cinderella.
Ini bukan mimpi atau halusinasi. Sebuah anugerah yang akan ku nikmati nanti. Hasil kerja keras ku terbayarkan lunas.. tuntas.. Melakoni jati diri sampai puas.
Jalan sedikit tersungkur terjungkir terbalik. Melangkah menuju titik, lakukan yang terbaik. Ku ketatkan tekad dan niat agar melesat. Seperti rudal squad, mimpiku kan kudapat.
Mencari tepuk tangan atas karya keringatku. Bukan satu yang ingin aku tuju. Naik ke atas pentas, agar orang puas. Dapat applause, cek atau pun uang kertas.
Cari sensasi ataupun kontroversi uh-oh. Bukan caraku agar hidupku rekonstruksi. Dari mimpi semua hal dapat terjadi. Maka lemparkan sayap dan terbanglah yang tinggi.
Selasa, 26 Juli 2011
What If
What if I give you my smile
Are you gonna stay for a while
What if I put you in my dreams tonight
Are you gonna stay until it’s bright
Are you gonna stay for a while
What if I put you in my dreams tonight
Are you gonna stay until it’s bright
What if I give you my story
Are you gonna listen to me
What if I give you my heart
Are we never gonna be apart
Are you gonna listen to me
What if I give you my heart
Are we never gonna be apart
Come on baby try harder
Come on baby light my fire
Come on baby be mine
‘Cause you’re the one I wanted to be
Come on baby light my fire
Come on baby be mine
‘Cause you’re the one I wanted to be
What if I do ignore you
Will you just walk away and cry
What if I did disappoint you
Are you gonna say goodbye
Will you just walk away and cry
What if I did disappoint you
Are you gonna say goodbye
Come on baby try harder
Come on baby light my fire
Come on baby be mine
‘Cause you’re the one I wanted to be
Come on baby light my fire
Come on baby be mine
‘Cause you’re the one I wanted to be
What if I try to catch flying snitch
Are you gonna come with me
What if I give you my song
Are we gonna sing along
Are you gonna come with me
What if I give you my song
Are we gonna sing along
Come on baby try harder
Come on baby light my fire
Come on baby be mine
‘Cause you’re the one I wanted to be
Come on baby light my fire
Come on baby be mine
‘Cause you’re the one I wanted to be
What if you leave me right here
I’m right here and waiting for you
I’m right here and waiting for you
Senin, 09 Mei 2011
Ken Terate
Baru baca satu novelnya saja sudah ngefans, apalagi semua tulisannya.
Kak Niken, hebat banget sih kamu! Dari mana dapat ide-ide yang menarik itu. Jurnal Jo: online karyamu itu bikin aku tergila-gila xixixi. Belum lagi 57 detik dan lainnya.
Tulisannya gak membosankan, gak lebay, tapi pas banget. Aku suka sama Kak Niken! Tulisan kak Niken
mengungkapkannya pas banget, kadang aku suka menyeringai.
Oya, aku lihat di facebook profilenya Kak Niken. Kakak baik banget! Semua yang menyapa kak Niken,
memuji, bertanya, dll. semua dijawab. Makin fans deh :D
Nanti kalau sudah besar kerja sambilannya aku pingin seperti kak Niken. Jadi penulis dan banyak fansnya xixixi.
Kak, terus menulis dan berkarya ya! aku dukung 100% deh hehehe.
Jumat, 25 Februari 2011
Melukis
Aku tak ingat kapan tepatnya aku mulai melukis. Rasanya sejak aku bisa memegang pensil, aku sudah sering membuat coretan menyerupai bentuk di sekitarku. Entah berapa lembar kertas hasil goresanku yang tak sempat kusimpan. tanpa disuruh, apa lagi dipaksa aku melukis dengan senang hati.
Mungkinkah ini bakat yang diwariskan almarhum Ayahku? Sebab setahuku Ibuku punya pengalaman buruk di masa kecil karena kesulitan belajar meelukis di kelasnya . Dia bahkan pernah menangis karenanya. Ya, kurang lebih itu yang diceritakan Ibuku.
Dengan melukis aku dapat menuangkan perasaan, baik senang, sedih, atau bahkan marah dan jengkel. Pernah suatu hari adikku mengganggu ketika aku sedang asyik-asyiknya main game. Ingin rasanya aku memarahi dan mencubit saking jengkelnya. Tapi aku juga kasihan. Maka kuambil saja pensil dan kertas. Aku menggambar sepuas hati.
Aku suka meniru tokoh-tokoh komik. Itu sangat menyenangkan. Terkadang ketika wajahnya tidak mirip, aku selalu emosi. Ingin rasanya menyobek-nyobek kertas itu. Ya, memang melukis itu butuh kesabaran. jika tidak, seperti aku tadi. Aku memang suka melukis. Aku masih menyimpan lukisan yang kubuat dua tahun yang lalu. Waktu itu aku merasa gambarku bagus dan aku puas. Tapi ketika aku lihat lagi sekarang betapa menggelikannya gambar itu. Bagaimana tidak? Ukuran kepala yang kugambar dua kali lebih besar dari ukuran sebenarnya sedangkan kakinya jauh lebih kecil dari seharusnya dan menghadap ke samping kiri dan kanan. Itulah hebatnya Ibuku. Aku tidak tahu, saat itu dia mengatakan lukisanku bagus. mungkinkah karena dia tidak tahu, atau hanya sekedar menghiburku? Yang jelas setelah itu aku diantar ibuku ke tempat sanggar melukis. Entah karena ibuku inging menghilangkan trauma masa kecilnya, atau karena ingin lukisanku lebih bagus dan berkembang dari sebelumnya? Setelah les melukis disitu, aku tidak menunggu sampai setahunpun, aku sudah menjadi juara.
Inilah beberapa karyaku.
Mungkinkah ini bakat yang diwariskan almarhum Ayahku? Sebab setahuku Ibuku punya pengalaman buruk di masa kecil karena kesulitan belajar meelukis di kelasnya . Dia bahkan pernah menangis karenanya. Ya, kurang lebih itu yang diceritakan Ibuku.
Dengan melukis aku dapat menuangkan perasaan, baik senang, sedih, atau bahkan marah dan jengkel. Pernah suatu hari adikku mengganggu ketika aku sedang asyik-asyiknya main game. Ingin rasanya aku memarahi dan mencubit saking jengkelnya. Tapi aku juga kasihan. Maka kuambil saja pensil dan kertas. Aku menggambar sepuas hati.
Aku suka meniru tokoh-tokoh komik. Itu sangat menyenangkan. Terkadang ketika wajahnya tidak mirip, aku selalu emosi. Ingin rasanya menyobek-nyobek kertas itu. Ya, memang melukis itu butuh kesabaran. jika tidak, seperti aku tadi. Aku memang suka melukis. Aku masih menyimpan lukisan yang kubuat dua tahun yang lalu. Waktu itu aku merasa gambarku bagus dan aku puas. Tapi ketika aku lihat lagi sekarang betapa menggelikannya gambar itu. Bagaimana tidak? Ukuran kepala yang kugambar dua kali lebih besar dari ukuran sebenarnya sedangkan kakinya jauh lebih kecil dari seharusnya dan menghadap ke samping kiri dan kanan. Itulah hebatnya Ibuku. Aku tidak tahu, saat itu dia mengatakan lukisanku bagus. mungkinkah karena dia tidak tahu, atau hanya sekedar menghiburku? Yang jelas setelah itu aku diantar ibuku ke tempat sanggar melukis. Entah karena ibuku inging menghilangkan trauma masa kecilnya, atau karena ingin lukisanku lebih bagus dan berkembang dari sebelumnya? Setelah les melukis disitu, aku tidak menunggu sampai setahunpun, aku sudah menjadi juara.
Inilah beberapa karyaku.
Langganan:
Postingan (Atom)




